Oleh: tonz94 | 11/03/2010

KOMUNIKASI DAN INFORMASI

Sama – sama kita ketahui, bahwa fungsi komunikasi adalah menyebarkan pesan, membangkitkan pemahaman dan kesadaran, mengajak serta memberi motivasi pada seluruh masyarakat. Untuk menentukan apakah komunikasi bermakna adalah informasi yang dibawanya. Sebagaimana dalam kehidupan sehari-hari banyak kesibukan komunikasi yang mubazir dan sia-sia karena pesan yang disampaikannya tidak mengandung informasi yang berguna.

Informasi adalah inti dari proses komunikasi. Komunikasi mungkin tidak perlu dipelajari dan mungkin juga tidak perlu dilakukan sama sekali, jika manusia tidak memerlukan informasi. Komunikasi hanya menjadi penting dan merupakan kegiatan dasar kita karena sehari-hari kita perlu mencari, tukar-menukar, dan memakai informasi. Tidak mengherankan mengapa tolok ukur keberhasilan komunikasi mengacu pada informasi.

Seiring dengan pesatnya kemajuan teknologi komunikasi, suatu masyarakat baru yang berkaitan pemanfaatan teknologi komunikasi juga tumbuh. Masyarakat baru tersebut adalah masyarakat informasi(lebih kompetitif, lebih demokratis, kurang tersenralisir, kurang stabil, lebih mampu menjawab kebutuhan individual dan lebih bersahabat dengan lingkungan).

Masyarakat informasi adalah masyarakat yang telah kena terpaan (exposure) media massa dan komunikasi global; masyarakat yang sadar media dan mendapatkan penerangan cukup. Dalam konsep ilmu komunikasi sekarang istilah ini menggambarkan suatu masyarakat baru dengan perubahan yang sangat luas dan bersifat global. Begitu banyak ciri yang dikaitkan dengan istilah ini, sehingga konsep masyarakat informasi yang komprehensif paling tidak harus mencakup : perekonomian informasi dengan struktur ekonomi yang dimotori oleh sektor informasi, yang saling dihubungkan sistem komunikasi global, ditunjang oleh prasarana jalan raya informasi dan dukungan teknologi(Dahlan, Alwi, 1997).

Di negara maju yang telah beralih ke masyarakat informasi, terjadi perubahan perilaku dan sumber informasi. Orang mulai meninggalkan media hiburan massa dan beralih ke media baru yang bersifat demassa yang dapat memenuhi kebutuhan informasi pribadi yang makin khusus. Sesuai dengan ciri gelombang III(masyarakat informasi), negara maju mengalami demassafikasi saat memasuki masyarakat informasi, kemajuan teknologi merupakan jawaban terhadap perubahan itu, yang sekaligus menjadi pemicunya. Berbagai media dan piranti lunak baru diciptakan, sementara kapasitas komputer dan prasarana informasi terus meningkat agar dapat memenuhi keanekaragaman kebutuhan umat manusia.

Sekedar gambaran kemajuan industri piranti informasi sejak tahun 1965, mengikuti hukum Moore (Moore’s Law) yang meramalkan bahwa kekuatan, kecepatan dan kapasitas dari microprosesor akan berlipat dua setiap 18 bulan sementara harganya turun menjadi setengah (50%) pada waktu yang sama. Hukum Moore ini terbukti benar selama 30 tahun, tetapi sekarang, telah dianggap”terlalu konservatif”. Menjelang tahun 2000, ternyata bahwa otak komputer jumlah transistor dalam setiap microchip juga berlipat dua walaupun harganya turun menjadi separuh dalam waktu enam (6) bulan. Kini kemajuan bidang ini mengikuti hukum Metcalfe, yang menyatakan bahwa kinerja setiap komputer dalam jaringan meningkat secara exponensial sebagai hasil sinergi dari semua komputer yang berhubungan dalam jaringan tersebut, maka potensi perlipatan kemampuan komputer sangat luar biasa. Sedangkan produksi informasi meningkat dengan cepat. Menurut Howard Frederick, laju pertumbuhan dan akumulasi pengetahuan era informasi meningkat sangat cepat secara exponensial.
steps on the communication escalator Bill Quirke

1. awareness (kesadaran0
2. understanding (pengertian)
3. support (dukungan)
4. involvement (keterlibatan)
5. commitment (komitmen)


Kategori

%d blogger menyukai ini: